PRESIDEN Perancis, Emmanuel Macron belum lama ini mengumumkan bahwa Perancis akan menggratiskan kondom di apotek.
Kondom bisa didapatkan gratis alias cuma-cuma, untuk masyarakat Perancis yang berusia hingga 25 tahun mulai 1 Januari 2023.
Kebijakan ini disebutkan, dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran penyakit menular seksual sedang meningkat di kalangan anak muda. Selain juga karena inflasi luar biasa tahun 2022 yang sangat memotong anggaran orang-orang termiskin di Perancis.
Lantas, secara kesehatan apakah penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi sebenarnya memang cukup efektif untuk mengatasi penyakit penularan seksual? Well, faktanya memang kondom menjadi salah satu pelindung fisik yang bisa mengurangi risiko seseorang untuk terpapar penyakit menular seksual, terutama yang penyebarannya melalui cairan yang keluar dari alat kelamin pria.
Maka dari itu, kondom kerap menjadi cara utama yang dipilih sebagai pencegahan dari penyakit kelamin karena paling mudah untuk dilakukan. Sebagian besar infeksi menular seksual bisa dicegah oleh alat ini. Mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rabu (14/12/2022) pemakaian kondom berbahan lateks yang konsisten dan benar memang terbukti bisa mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual (PMS) dan human immunodeficiency virus (HIV).
Efektivitas kondom untuk pencegahan PMS dan HIV telah ditunjukkan oleh penelitian laboratorium dan epidemiologi. Bukti keefektifan kondom, juga didasarkan pada data teoretis dan empiris mengenai penularan PMS yang berbeda, sifat fisik kondom, dan cakupan anatomis atau perlindungan yang diberikan oleh kondom.
Studi laboratorium memperlihatkan kondom lateks memberikan penghalang yang efektif untuk mencegah penyakit menular seksual sebesar 98 persen, seperti klamidia dan kencing nanah, bahkan terhadap patogen PMS terkecil sekalipun.
Namun harus diingat dan menjadi catatan, pemakaian kondom tak bisa memberikan perlindungan mutlak menyeluruh terhadap penyakit menular seksual apa pun.
Harus pula dikombinasikan dengan upaya lain untuk menghindari penularan PMS, yakni dengan tak melakukan aktivitas seksual sembarangan dengan banyak orang (berganti-ganti pasangan), atau menjalin hubungan monogami jangka panjang dengan pasangan yang tidak terinfeksi.
Sebagai informasi, banyak orang yang terinfeksi mungkin tidak menyadari infeksinya karena PMS seringkali tidak bergejala dan tidak dikenali. Beberapa jenis penyakit jenis kelamin yang tidak dapat dilindungi meski sudah menggunakan kondom, seperti herpes, kutil kelamin, dan sifilis, yang bisa menular dari kontak antar kulit.
BACA JUGA:Ini 4 Tips Mencegah Depresi, Mudah Diterapkan Lho!
BACA JUGA:Kenali Gejala dan Cara Mencegah Pneumonia pada Bayi dan Balita
(Rizky Pradita Ananda)