SETELAH lebih dari seabad menghilang, kini katak Pelangi (Ansonia latidisca) atau Sambas stream toad ditemukan kembali di Indonesia.
Penemuan kembali katak pelangi merupakan hasil kegiatan Scientific Exploration and Expedition Cagar Alam (CA) Gunung Nyiut 2022, yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama peneliti muda ahli botani.
Katak Pelangi dulu pernah ditemukan pada 1893 oleh Johann Gottfried Hallier, seorang ahli botani asal Jerman, di bagian hulu Sungai Sambas, puncak Gunung Damus, Kalimantan Barat. Semenjak itulah keberadaaan katak pelangi tak terlihat di Indonesia.
Hingga kini terdengar kabar gembira setelah penantian 129 tahun lamanya, Katak Pelangi kembali teramati di wilayah Indonesia pada 17 Agustus 2022, bertepatan dengan HUT ke-77 RI.
Mengutip dari laman resmi Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, katak tersebut ditemukan oleh sang Botanist Indonesia bernama Randi Agusti.
Sambas stream Toad atau Katak Pelangi mempunyai ciri fisik berkaki kurus dan panjang dengan tubuh bertotol-totol. Ukuran tubuhnya sangat mini antara 30-50 mm.
Kulit belakang berwarna hijau terang, ungu dan merah. Bintik-bintik berwarna pada kulit kata tidak merata seperti batu kerikil dan sedikit mirip kutil.
Dari ciri-ciri diatas disimpulkan bahwa katak yang ditemukan dan lihat di Gunung Nyiut, Kabupaten Landak, adalah Katak jenis Sambas stream Toad atau Katak Pelangi.