Sayangnya akses jalan menuju bukit tersebut masih rusak parah. Disarankan untuk datang saat musim kemarau, agar tidak memakan waktu yang lebih banyak lagi dijalan. Pastikan juga untuk berangkat saat matahari belum terbit atau sekitar jam 5 pagi dari Makale, agar Anda bisa melihat pemandangan awan di Tana Toraja selama perjalanan.
Meski memakan banyak waktu di perjalanan, akan terbayarkan dengan pemandangan bukitnya yang hijau. Selain itu ada fasilitas lain seperti 2 gazebo untuk berfoto sambil menikmati pemandangan yang berada diatas bukit, sampai kawasan camping untuk para pengunjung yang berniat menghabiskan malamnya di tempat indah ini.
Sebagai pengalaman lain, Anda juga bisa menikmati hamparan bukit hijaunya dengan menunggang kuda yang ada di sana, seharga Rp25.000.
(Foto: Instagram/@aldi_geri)
Sambil menikmati pemandangan indah di depan mata, kurang rasanya jika tidak menyantap makanan. Untuk itulah disarankan untuk membawanya dari rumah karena makanan disana akan sangat menguras kantong Anda lho!
Hingga kini asal usul di balik nama Tebing Romantis masih belum ada penjelasan pastinya. Adapun Bukit Ollon merupakan nama desa di mana bukit itu berada yaitu di Desa Ollon.
Namun asal usul lain dari Kecamatan Bonggakaradeng memiliki kisah unik yang harus Anda ketahui sebelum datang ke Bukit Ollon. Konon, nama Bonggakaradeng berasal dari nama seseorang yang berjasa di daerah tersebut, di mana dialah orang yang pertama kali menanam rotan hingga berakhir menjadi batas wilayah tersebut.
Nah satu hal lagi yang tak boleh ketinggalan yaitu tidak membuang sampah sembarangan di sana dengan cara membawa kantong sampah sendiri dari rumah. Pastikan di manapun Anda berkunjung ke tempat-tempat indah, jangan sampai merusaknya dengan membuang sampah di sembarang tempat.
(Rizka Diputra)