Korea Selatan dan Jepang Krisis Angka Kelahiran, Kepala BKKBN: Sulit Terjadi di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 12 Desember 2022 16:20 WIB
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
Share :

Meski memang, saat ini tak ditampik usia pernikahan masyarakat Indoensia semakin mundur. Artinya, pasangan suami-istri menikah di usia relatif yang tak lagi muda. Baik karena alasan pribadi seperti karir, mengejar studi, atau kepentingan lainnya.

Namun, Hasto menyakini kondisi yang dihadapi Korea Selatan dan Jepang sulitterjadi di Indonesia? Mengingat, fakta di lapangan justru di beberapa daerah Indonesia angka kelahiran anak masih tinggi.

“Masih sangat sulit terjadi, karena beberapa provinsi di Indonesia masih memperlihatkan angka kelahiran yang tinggi,” terang Hasto pada awak media.

Daerah dengan angka kelahiran tinggi di Indonesia, mulai dari NTT dengan fertilitas 2,9, lalu Aceh 2,7, Sumatera Barat 2,7, dan Sumatera Utara 2,5.

Sementara itu, mengutip World Population Review, secara global, berikut negara-negara yang mengalami angka kelahiran rendah alias minim kelahiran anak;

1. Korea Selatan (0,9)

2. Puerto Rico (1,0)

3. Hong Kong (1,1)

4. Malta (1,1)

5. Singapura (1,1)

6. Makau (1,2)

7. Ukraina (1,2)

8. Spanyol (1,2)

9. Bosnia dan Herzegovina (1,3)

10. San Marino (1,3)

11. Moldova (1,3)

12. Italia (1,3)

13. Andorra (1,3)

14. Siprus (1,3)

15. Luxembourg (1,3)

Sedangkan, Indonesia berdasarkan data Macro Trends pada 2022 ini ada di angka fertilitas 2,2, angka aman yang menjamin pertumbuhan populasi masih berjalan dengan baik, sehingga keseimbangan antara generasi muda dan lansia terjaga.

 BACA JUGA:Ini 2 Provinsi dengan Angka Kematian Penyakit Jantung Tertinggi

BACA JUGA:Perempuan di China Paling Ogah Punya Anak, Angka Kelahiran Terus Merosot Drastis

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya