Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sudah memasukan varian BN.1 dalam daftar varian dalam pengawasan.
Meskipun, belum ada bukti sahih hingga saat ini, varian BN.1 atau salah satu subvarian baru lebih mungkin menyebabkan keparahan hingga membuat rawat inap atau dampak fatal seperti kematian. Namun dikatakan, subvarian ini semua berasal dari strain Omicron yang membuat angka kasus positif di seluruh dunia ke rekor tertinggi dan semuanya mengandung mutasi serupa.
Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat harus meningkatkan perlindungan atau sistem kekebalan tubuh, dengan salah satu caranya mendapatkan vaksinasi booster Covid-19. Apalagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.
BACA JUGA:Kemenkes Sebut Sudah 20 Kasus Varian BN.1 di Indonesia, Ini Peta Sebarannya
BACA JUGA:Jelang Libur Nataru, Kemenkes Tegaskan Syarat Perjalanan Tetap Wajib Vaksin Booster
(Rizky Pradita Ananda)