Sehubungan dengan ini, dr. Nadia mengatakan Kemenkes akan terus melakukan pendalaman (monitoring) serta surveilans terkait varian baru BN.1. Sejauh ini, varian Omicron BN.1 belum menciptakan kenaikan kasus yang signifikan di negara lain.
“Kita sudah lewati gelombang XBB.1, kita perhatikan ada subvarian baru BN.1, tapi kemudian kita melihat tren juga di banyak negara belum terjadi peningkatan, nanti kita lihat pola polanya apakah ada seperti itu," jelas dr. Nadia kepada wartawan di Gedung Kemenkes, Kamis (8/12/2022).
Mengutip Nz Herald, varian BN.1 ini sendiri sudah terdeteksi di lebih dari 30 negara lain, termasuk Australia, Inggris, India, dan Austria. Diinformasikan beberapa kasus paling awal dari jenis tersebut, tercatat sekitar pertengahan tahun. Varian BN.1 perhatian karena menghasilkan satu dari 100 kasus di Amerika Serikat.
BACA JUGA:Ditemukan Varian Baru Omicron BN.1, Kemenkes: Sedang Kami Monitoring
BACA JUGA:Update Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Sebut Tak Ada Penambahan Kasus
(Rizky Pradita Ananda)