Sementara itu, Inspektur Utama Kemenparekraf, Restog Krisna Kusuma ikut memberi perhatian terhadap upaya branding keunikan desa wisata.
Pasca-pandemi, kata dia, perjalanan wisata didominasi pergerakan pariwisata nusantara atau domestik dengan kecenderungan pada pola wisata yang bersifat luar ruangan (outdoor), termasuk atraksi, keindahan alam, dan budaya.
“Oleh sebab itu, desa wisata menjadi salah satu alternatif yang dapat membangun experience dan dapat memberikan kesan bagi wisatawan dengan menghadirkan ciri khas dan keunikan produk lokal, serta pelayanan yang berkualitas,” ucap Restog.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif perekonomian, di antaranya melalui peningkatan kapasitas SDM pengelolaan pariwisata.
“Pembangunan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan, salah satunya adalah dengan partisipasi masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM, maka masyarakat akan dapat berpartisipasi dalam kemajuan pariwisata, sehingga kemudian masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja, tapi sekaligus sebagai pelaku,” kata Ishadi.
(Rizka Diputra)