Dijelaskannya, pariwisata di desa yang dilembagakan melalui keberadaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) akan menjadi kekuatan penting dalam mengelola potensi wisata dengan berkolaborasi bersama pihak-pihak lain di desa.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Klaten, Sri Nugroho menegaskan, pentingnya melayani wisatawan dengan sebaik-baiknya agar mereka merasa kerasan dan mau mengulangi kunjungan. Untuk itu, Sri menekankan bahwa pembangunan SDM pariwisata yang andal harus diutamakan.
“Penting bagaimana para pengelola punya inovasi. Jangan sampai sarana prasarana sudah ada namun SDM tidak terasah. SDM yang andal ini bisa membangkitkan perekonomian, termasuk mencari bibit SDM yang pandai tentang IT,” kata Sri.
Sekadar informasi, untuk wilayah Kabupaten Klaten, saat ini terdapat 29 desa wisata, termasuk 8 desa wisata yang terpilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan sosialiasi sadar wisata kali ini, yaitu Desa Wisata Geneng, Randusari, Kotesan, Brajan, Joho, Cucukan, Kemudo, dan Kokosan.
(Rizka Diputra)