Ia menambahkan, belajar dari pengalaman saat menyalurkan bantuan korban gempa sebelum-sebelumnya, tim MNC Peduli juga telah mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga yang terburuk, yang akan terjadi saat menyalurkan bantuan ke titik-titik lokasi.
“Kami biasanya kalau yang besar-besar ini, pengalaman kami di Palu, di Lombok, atau di Pandeglang. Setelah kejadian, kami tim kita di lapangan, kalau mereka susah dihubungi, berarti kita antisipasi bahwa di sana mati lampu atau mereka juga kena atau segala macam,” jelas Havid.
Maka dari itu, tim MNC Peduli di pusat tetap bergerak cepat, ketika sudah dapat jaringan komunikasi, tim akan langsung bergerak, secepatnya berangkat dengan membawa bantuan yang memang sudah disiapkan untuk keadaan darurat.
Strategi dalam memberikan bantuan terhadap korban gempa tersebut yang pertama yakni dengan mempersiapkan logistik secara matang yang sifatnya siap saji. Selanjutnya, dilakukan strategi kedua terkait persiapan akses yang akan dilalui tim MNC Peduli untuk bisa sampai ke lokasi bencana.