PENULARAN virus HIV bisa terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI (air susu ibu). Maka dari itu, ibu pengidap HIV memang bisa menularkan HIV tersebut kepada sang calon anak.
Namun, penularan vertikal dari ibu ke anak ini ternyata bisa dicegah. Disampaikan Pakar Kesehatan, Prof. dr. Zubairi Djoerban, wanita dengan HIV bisa mencegah penularan ke anaknya kelak dengan catatan memang harus direncanakan sejak awal terdeteksi, artinya konsumsi obat terapi Anti Retroviral (ARV) tidak pernah terputus.
"Bisa, jika direncanakan dengan baik. Ibu dengan HIV melakukan terapi minum obat sejak awal merencanakan kehamilan. Setiap hari tanpa putus dan sesuai dengan yang diresepkan dokter," terang Prof. dr. Zubairi, dikutip dari akun Twitter resminya @ProfesorZubairi, Sabtu (3/12/2022).
Konsumsi obat terapi ARV tersebut, patut diingat tidak hanya selama masa kehamilan. Namun juga harus tetap diminum saat setelah melahirkan. Ibu ODHA (panggilan penderita HIV) wajib mengonsumsi obat ini, dengan tujuan agar bisa menekan jumlah virus dalam tubuhnya. Meski tak bisa sembuh total secara keseluruhan.