Disebutkan lebih lanjut, tradisi pingitan bagi calon pengantin wanita yang dilarang ke luar rumah biasanya diawali dengan beberapa ritual tertentu. Calon pengantin wanita wajib melakukan ritual dibalub-balubi atau cengkrongan paes sebelum dipingit.
Menurut kepercayaan, konon calon mempelai wanita mempunyai ‘darah manis’. Maka dari itu, rentan akan gangguan yang sifatnya tidak terlihat. Sehingga untuk menjaga diri dari segala hal atau sesuatu yang buruk, maka dilakukan prosesi pingitan.
Tidak hanya itu, tradisi ini digadang-gadang mendatangkan banygak manfaat untuk calon pengantin perempuan. Salah satunya agar sang pengantin bisa terlihat ‘manglingi’ pada saat pernikahan berlangsung, karena aura calon pengantin wanita yang bisa lebih terpancar.
Selama proses pingitan, perawatan dilakukan menggunakan ramuan tradisional yang diramu khusus wanita. Perawatan tersebut mulai dari ramuan khusus tubuh hingga minuman tradisional yang wajib diminum dan disarankan juga untuk berpuasa. Tujuannya agar pada hari pernikahan, mempelai perempuan tampil cantik dan membuat pangling dan terpesonanya sang suami.
BACA JUGA:4 Potret Prilly Latuconsina Cium Mesra Reza Rahadian di FFI 2022
BACA JUGA:Viral Pernikahan Wanita Madura dengan Pria Korea, Bikin Netizen Iri!
(Rizky Pradita Ananda)