4. Henti pernapasan
Pada tingkat paling dasar, paru-paru bertanggung jawab atas pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan lingkungan. Ketika mereka tidak berfungsi dengan baik, kadar oksigen turun, kadar karbon dioksida naik, dan perubahan berbahaya dalam keseimbangan asam-basa tubuh dapat terjadi.
5. Racun
Dalam beberapa kasus, kematian pada malam hari dapat terjadi karena racun. Misalnya, keracunan karbon monoksida akibat ventilasi yang salah dapat menyebabkan kematian akibat sesak napas.
6. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati nyeri dan insomnia dapat meningkatkan risiko kematian dengan menekan (menekan) bagian otak yang mengatur pernapasan. Ini biasa terjadi ketika obat overdosis atau dikombinasikan dengan depresan lain, termasuk alkohol.
7. Trauma
Trauma otak yang parah juga bisa menyebabkan kematian mendadak, seringkali saat seseorang sedang tidur. Kadang-kadang gejala seperti mual, sakit kepala terus-menerus, dan pupil yang melebar mungkin tidak dikenali atau diabaikan setelah cedera kepala.
8. Tersedak
Dimungkinkan juga untuk tersedak sampai mati saat tidur. Ini dapat terjadi jika seseorang muntah saat kejang malam hari atau setelah terlalu banyak minum alkohol.
9. Epilepsi
Kemungkinan kematian dalam tidur terjadi karena beberapa gangguan lain, termasuk beberapa kondisi tidur. Secara khusus, kejang bisa berakibat fatal. Ada kondisi yang dikenal sebagai kematian mendadak pada epilepsi (SUDEP) yang tidak sepenuhnya dipahami.
(Vivin Lizetha)