Sejauh ini, tim surveilans epidemiologi Dinkes DKI Jakarta sudah mengamati sekitar 24 penyakit menular.
“Kita amati dan bersumber dari rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lain. Jadi, apabila ada terjadi hal yang tren itu, pasti terdeteksi melalui sistem di kita,” terang dr. Widyastuti.
Upaya juga ditambah dengan adanya tim dari puskesmas akan melakukan investigasi kunjungan ke rumah-rumah. Demi memastikan apakah benar penyakit tersebut berpotensi jadi kejadian luar biasa atau tidak.
Terakhir, ia mengingatkan para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi anak. Termasuk polio, yang mana memang pencegahan satu-satunya hanya bisa dilakukan dengan vaksinasi.
“ Kami ingatkan kembali bahwa untuk putra putri kita sejak bayi di bawah 2 tahun, bahkan sampai 5 tahun untuk imunisasi lengkap sesuai umur. Sampi nanti usia sekolah dasar masih ada program imunisasi,” pungkasnya.
BACA JUGA:1,2 Juta Anak Bakal Diberi Vaksin Polio, Imbas 1 Kasus KLB!
BACA JUGA:Kemenkes Ralat Jumlah Kasus Polio: Hanya 1 yang Terkonfirmasi
(Rizky Pradita Ananda)