"MSG dalam dosis tinggi ini prosesnya adalah kerusakan sel. Sehingga kalau memang proses memutihkan ini untuk merusak sel, alangkah baiknya untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Sebab, sejauh ini belum ada penelitian bleaching MSG ke kulit manusia,” jelasnya lagi.
Merujuk pada studi penelitian ilmiah yang belum ada tersebut, ia menghimbau untuk menghindari pemakaian vetsin, bumbu penyedap rasa dengan kandungan MSG seperti yang sedang viral tersebut untuk memutihkan kulit wajah.
Pasalnya, bisa menimbulkan efek samping bagi kulit karena membuat ketidakmampuan akan kulit untuk memproduksi pigmen atau hipopigmentasi pasca inflamasi.
“Nah karena belum ada, sebaiknya dihindari karena jika kekurangan dosisnya tidak ada efek. Tapi kalau berlebihan malah memberi efek yang buruk. Kalau misalnya kerusakan selular itu bisa membuat sel tidak bisa kembali seperti normal, yang ditakutkan adalah warnanya (kulit) menjadi belang-belang atau malah memicu kanker, ” tegas dr. Tari.
BACA JUGA:Parah, 70% Kanker Payudara Ditemukan Pada Stadium Lanjut
BACA JUGA:Anak Ria Ricis Sudah MPASI di Usia 4 Bulan, Ini Kata Dokter
(Rizky Pradita Ananda)