Kata Dr. Ker, sifat berminyak kotoran telinga juga membuat telinga kita agar tetap lembap dan memiliki sifat anti-bakteri.
“Ini mencegah kulit liang telinga jadi kering dan terkelupas, yang mana kekeringan kulit bisa meningkatkan gatal pada kulit, iritasi dan infeksi,” jelasnya.
Dari pengalamannya sebagai otolaryngologist, ia melihat justru banyak pasiennya yang datang karena komplikasi sebab memiliki kebiasaan membersihkan mengorek telinganya setiap hari setelah mandi.
Tak heran memang kondisi seperti ini dialami banyak orang. Pasalnya, alat untuk mengorek kuping misalnya pengikis logam atau plastik bisa secara tidak sengaja menggores kulit liang telinga, kemudian akhirnya menyebabkan laserasi, pendarahan, dan infeksi.