Safitri pun menegaskan obat sirup yang dikonsumsi merupakan obat yang diresepkan oleh dokter. Obat sirup Paracetamol itu, dikonsumsi di hari kedua pengobatan pada tanggal 26 September 2022.
Meskipun awalnya sang anak, mendapatkan obat dalam bentuk tablet atau puyer. Dia mencurigai obat sirup itulah, menyebabkan kondisi anaknya memburuk karena GGA tidak memiliki gejala khas.
"Obat Paracetamol cair di hari kedua, diresep kedua kami kembali di tanggal 26 dan diganti resep baru dan digantikan sediaan cair. Sejak saat itu, gejala khas memang tidak ada sama dengan pasien lainnya," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)