Kasus Gangguan Ginjal Akut, Orang Tua Korban Jiwa Singgung Keterlambatan Obat Fomepizole

Kevi Laras, Jurnalis
Jum'at 18 November 2022 17:20 WIB
Safitri, orang tua pasien gangguan ginjal akut (Foto: MPI/ Kevi Laras)
Share :

Safitri mengisahkan awalnya kondisi sang anak hanya mengalami demam. Namun pada akhirnya ia bolak-balik untuk pengobatan, sejak 25 September lalu sampai diputuskan untuk dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar awal Oktober.

Safitri mengaku kondisi anaknya semakin melemah, dan tidak sempat mendapatkan pengobatan antidote Fomepizole yang didatangkan Kementerian Kesehatan dari berbagai negara tersebut.

"Setelah tanggal 19 Oktober berhasil ada perbaikan (kondisi), setelah ada tatalaksana dari IDAI. Kenapa baru datang (Fomepizole), seharusnya sejak dari awal jika sudah ada obatnya," kata Safitri sambil terisak.

Sebagai informasi, sejauh ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat jumlah kasus meninggal karena gangguan ginjal akut bertambah jadi 200 orang.

"Saat ini yang sembuh sudah ada, kita masih tercatat dari 27 provinsi dan saat ini yang dirawat tinggal 13. Sementara, total kematian ada 200 orang dan yang sembuh ada 111 orang," jelas Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril dalam Tea time IDI Menjawab soal Update Terkini Gangguan Ginjal Akut pada Anak disiarkan di Instagram IDI, Jumat (18/11/2022). 

 BACA JUGA:Update, Kasus Kematian Gagal Ginjal Akut Bertambah 200 Kasus!

BACA JUGA:Kasus Kematian akibat Gangguan Ginjal Akut, Diakui BPOM Jadi Tamparan

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya