Kasus Covid Melonjak, Ini Orang yang Paling Rentan Tertular Subvarian XBB

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 17 November 2022 10:49 WIB
Ilustrasi. (foto: Istimewa)
Share :

LONJAKAN kasus Covid-19 terjadi beberapa hari ke belakang. Kemunculan subvarian Omicron XBB diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus harian tersebut.

Melihat tren kasus harian yang terus naik, para ahli mulai mengamati penyebab kenaikan tersebut selain munculnya subvarian Omicron XBB.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Prasenohadi, SpP(K), menyebutkan bahwa memang betul telah terjadi perubahan gejala Covid-19. Ini bisa dikaitkan dengan dampak vaksinasi yang sudah dilakukan.

"Jadi, Covid-19 ini sekarang semakin seperti penyakit respirasi atau infeksi paru pada umumnya. Gejalanya semakin ringan," papar dr Pras dalam sebuah kesempatan.

dr Pras menjelaskan bahwa dulu sebagian besar pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas hingga pengentalan darah yang mana itu ada kaitannya dengan infeksi Covid-19. "Itu terjadi di era Alpha dan Delta," jelasnya.

Tapi, seiring kebijakan vaksinasi yang giat dilakukan pemerintah, sambungnya, ternyata gejala Covid-19 semakin bisa ditekan. Artinya, sesak napas yang menjadi gejala paling umum Covid-19 dulu kini sudah mulai berkurang kejadiannya.

Namun ada kecenderungan pada pasien Covid-19 sekarang. Yaitu seringkali menjangkiti mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Selain karena penyakit kronis yang diderita, mereka juga jarang menerima vaksin dosis lengkap.

Kondisi yang sama juga terjadi pada pasien yang meninggal dunia. Rata-rata mereka sudah dalam kondisi sakit parah dan tengah menjalani pengobatan rutin.

Diketahui per Rabu (16/11/2022), tercatat sudah ada 8.486 kasus baru harian. Untuk kasus kematian sendiri juga masih terus meningkat yaitu 54 jiwa.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya