LONJAKAN kasus Covid-19 terjadi beberapa hari ke belakang. Kemunculan subvarian Omicron XBB diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus harian tersebut.
Melihat tren kasus harian yang terus naik, para ahli mulai mengamati penyebab kenaikan tersebut selain munculnya subvarian Omicron XBB.
Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Prasenohadi, SpP(K), menyebutkan bahwa memang betul telah terjadi perubahan gejala Covid-19. Ini bisa dikaitkan dengan dampak vaksinasi yang sudah dilakukan.
"Jadi, Covid-19 ini sekarang semakin seperti penyakit respirasi atau infeksi paru pada umumnya. Gejalanya semakin ringan," papar dr Pras dalam sebuah kesempatan.
dr Pras menjelaskan bahwa dulu sebagian besar pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas hingga pengentalan darah yang mana itu ada kaitannya dengan infeksi Covid-19. "Itu terjadi di era Alpha dan Delta," jelasnya.
Tapi, seiring kebijakan vaksinasi yang giat dilakukan pemerintah, sambungnya, ternyata gejala Covid-19 semakin bisa ditekan. Artinya, sesak napas yang menjadi gejala paling umum Covid-19 dulu kini sudah mulai berkurang kejadiannya.