Menkes Tolak Tawaran 200 Obat Fomepizole untuk Gangguan Ginjal Akut dari Jepang, Kenapa?

Kevi Laras, Jurnalis
Sabtu 12 November 2022 19:23 WIB
Menkes Budi, (Foto: MPI/ Kevi Laras)
Share :

STOK vial Fomepizole di Indonesia sebagai upaya pengobatan, obat penawar para pasien gangguan ginjal akut di Indonesia, sejauh ini dinilai Kementerian Kesehatan RI masih aman.

Dianggap jumlahnya masih aman dan cukup untuk para pasien, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin diketahui menolak sebanyak 200 Fomepizole yang sempat ditawarkan oleh perusahaan farmasi Takeda di Jepang.

Penolakan tersebut dilakukan Menkes Budi, dengan melihat bahwa stok antidote Fomepizole yang sebelumnya juga didatangkan dari beberapa negara juga masih ada.

"Obatnya antidote Fomepizole kita masih ada, masih banyak stoknya. Takeda sempat menawarkan sebanyak 200 vial, tapi kita masih banyak stoknya," kata Menkes Budi saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Sabtu (12/11/2022).

Terkait obat antidote Fomepizole sendiri, sejauh ini Indonesia diketahui telah menerima donasi antidote yang didatangkan dari Australia dan Jepang.

 

(Ilustrasi vial obat, Foto: Freepik)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya