Salah satu jasa dr. Rubini yang sangat besar bagi bangsa ini ialah, pada masa penjajahan Jepang, dr. Rubini ikut merawat kaum perempuan yang menerima kekerasan seksual dari tentara Jepang. Hal ini semakin membulatkan tekadnya untuk melawan penindasan pemerintah Jepang.
Selanjutnya ia kemudian mulai mengadakan konsolidasi dengan para aktivis dan sejumlah tokoh pejuang untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang, yang kala itu direncakana untuk dilaksanakan pada Desember 1943. Namun sayangnya, rencana aksi ini diketahui pemerintah Jepang karena adanya sejumlah orang yang berkhianat sebagai mata-mata Jepang.
Imbasnya, dr. Rubini bersama istri dan sejumlah tokoh yang dianggap terlibat rencana aksi tersebut diciduk oleh Jepang dan dibantai secara sadis pada 28 Juni 1944 di daerah Mandor. Peristiwa pembantaian ini dikenal sebagai Tragedi Mandor.
Sebagai bentuk menghargai jasa dan dedikasi dr.Rubini kepada bangsa dan negara, nama beliau kini diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mempawah di Kalimantan Barat. Tidak hanya itu, nama dr. Rubini juga diabadikan pula menjadi nama jalan di Mempawah, kota Pontianak, dan Kota Bandung. Demikian sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Jumat (11/11/2022).
(Rizky Pradita Ananda)