Melihat dari Dekat Kapal Latih Legendaris Norwegia yang Masih Aktif Berlayar di Usia 107 Tahun

Melati Pratiwi, Jurnalis
Rabu 09 November 2022 06:01 WIB
Kapal legendaris Norwegia, Statsraad Lehmkuhl (Foto: Melati Pratiwi/MNC Portal)
Share :

INDONESIA, khususnya Jakarta menjadi salah satu negara yang turut disinggahi oleh Kapal Statsraad Lehmkuhl Norwegia. Kapal latih atau trainning vessel ini tiba di Jakarta pada 6 November 2022 usai setahun mengelilingi dunia.

Berangkat dari Bergen, Norwegia pada Agustus 2021 lalu, kapal Statsraad Lehmkuhl berlayar dengan tujuan berbagi lengetahuan masa depan laut yang berkelanjutan lewat program ekspedisi bernama One Ocean Expedition.

Uniknya, kapal Statsraad Lehmkuhl ini masih terjaga dengan baik meskipun telah berusia 107 tahun. Ya, kapal ini mulanya dibuat pada tahun 1914 silam oleh Joh. C. Galangan.

Dahulu, kapal tersebut digunakan sebagai pelatihan sekolah untuk kapal niaga Jerman yang dinamai. Grosseherzog Friedrich. Namun kepemilikan kapal lantas berganti pada Inggris setah terjadi Perang Dunia Kedua.

Di tahun 1921, barulah kapal dibeli oleh mantan Menteri Kabinet Norwegia yaitu Kristofer Lehmkuhl.

"Lalu seorang pria Norwegia kemudian membelinya, membawanya pulang ke Norwegia, dan membuatnya menjadi ini," ujar Kamila, salah seorang awak kapal.

BACA JUGA: Kisah Kru Kapal Pesiar Berlayar di Wilayah Perompak dan Cara Cruise Tangkal Bajak Laut

"Jadi itu nama kapalnya, itu Statsraad Lehmkuhl dan sebenarnya diterjemahkan dari Menteri Lehmkuhl. Jadi Lehmkuhl adalah nama keluarga, dinamai menurut namanya," tambah dia.

Jika tadi sudah mengenal sejarah singkat kapal Statsraad Lehmkuhl, penasaran dengan bagian-bagian kapal yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini? Intip potretnya berikut ini.

1. Lonceng unik untuk beri aba-aba

Bagian paling atas kapal terdapat sebuah lonceng unik di dekat kemudi kapal yang super besar. Lonceng tersebut tampak sudah cukup tua namun tetap kokoh.

Ada dia buah patung berbentuk ikan yang mengapit sisi kanan dan kiri lonceng. Jangan dikira lonceng itu sekadar pajangan belaka.

Menurut Kamila, seorang Helmsman atau yang mengemudikan kapal bakal membunyikan lonceng jika melihat sesuatu. Ada 3 jenis tarikan lonceng dan semuanya punya maksud tersendiri.

"Dan kemudian ketika kita menekan bel di sini, juru mudi, di pucuk pimpinan, dia harus mengulanginya, sehingga kantor yang berjaga dapat mendengarnya" jelas Kamila.

Lewat aba-aba dari lonceng, kru kapal akan mengecek ulang keadaan di sekitar kapal

2. Tidur di hammock

Menuju dalam kapal, terdapat sebuah ruangan yang sepintas seperti tempat bersantai. Dihuni oleh meja dan kursi berbahan kayu, di langit-langitnya ada bagian yang tampak tajam.

Ternyata bagan tajam itu digunakan sebagai penyangga hammock tempar para kru kap tidur. Hammock digantungkan di atas meha dan kursi kayu sehingga ruangan menjadi lebih efektif, bisa untuk tidur sekaligus bersantai.

3. Nuansa klasik

Banyak bagian-bagian kapal Statsraad Lehmkuhl yang berbahan dasar kayu. Mulai dari kursi-kursi di luar yang menghadap laut, roda kemudi, tangga, pintu, laci-laci yang menyatu dengan tembok, sampai ruangan navigasi sekalipun dihiasi kayu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya