Deteksi Gangguan Ginjal Pakai Tes Kreatinin versus Cystatin C, Mana yang Lebih Baik?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 09 November 2022 20:00 WIB
tes diagnosa gangguan ginjal, (Foto: Medicaldialogue)
Share :

"Jadi, saat sudah ada penurunan fungsi ginjal 50 persen, baru ada peningkatan serum kreatinin yang signifikan," sambungnya.

Dengan kata lain, lewat tes Cystatin C, upaya deteksi dini masalah gangguan pada ginjal bisa dilakukan.

 BACA JUGA:Apa Benar Covid-19 Berefek ke Ginjal?

BACA JUGA: Berdesakan Seperti Pesta Halloween Itaewon Bisa Sebabkan Henti Jantung, Apa Penyebabnya?

"Itu kenapa Cystatin C dapat dikerjakan untuk deteksi dini, yang berarti, tidak perlu menunggu ginjalnya sakit baru terbaca kondisi ginjal. Tapi ketika kondisinya sehat pun sudah bisa terbaca kondisi ginjal dan fungsinya," tambah Matthew.

Tes tipe ini sendiri bisa mulai dapat dikerjakan pada anak usia 2 tahun ke atas. Ini terkait dengan tindakan teknis tes yang memerlukan volume darah lebih banyak daripada tes kreatinin. Inilah, seperti dikatakan Dokter Ginjal Anak RSCM, dr. Henny Adriani, SpA(K), tes Cystatin C agak riskan jika dilakukan pada balita.

"Pengambilan darah pada tes Cystatin C lebih banyak dan ini tentu bisa membuat bayi tidak nyaman," terangnya.

Selain itu, Cystatin C juga membutuhkan waktu tunggu yang lebih lama dibandingkan kreatinin. Sementara dalam kasus gangguan ginjal akut, hasil tes sebisa mungkin didapat dalam waktu cepat untuk membantu tata laksana dokter yang merawat pasien.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya