Diduga, kerokan bermanfaat untuk pegal karena memicu perubahan kadar hormon serta meningkatkan aliran darah di tubuh, terutama pada tempat kerokan.
Penelitian pada 23 orang dewasa yang diterbitkan dalam jurnal akademis Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine pun mengungkapkan hal serupa. Menurut penelitian tersebut, kerokan secara signifikan meningkatkan volume perfusi darah dan suhu di area yang terkena gesekan.
Dengan meningkatnya aliran darah, asam laktat akan cepat dibawa ke hati untuk memperkuat metabolisme. Rasa pegal-pegal atau nyeri di otot pun menjadi berkurang atau menghilang setelah dikerok.
(Dyah Ratna Meta Novia)