KEMENTERIAN Kesehatan baru-baru ini mengumumkan, per 6 November 2022 tidak ada penambahan kasus baru gangguan ginjal akut.
Bahkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan kasus gangguan ginjal akut jadi turun drastis semenjak diberlakukannya imbauan larangan mengonsumsi obat sirop oleh Kemenkes. Kasus kematian pasien gangguan ginjal akut juga tidak ada di periode yang sama.
Namun, di sisi lain Dicky Budiman, peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Griffith University Australia menilai menurutnya Kemenkes saat ini masih terlalu percaya diri.
"Saya enggak begitu percaya, dan berbahaya menyatakan (gangguan ginjal akut) ini aman, dari data yang hanya bersumber dari laporan fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Dicky saat dihubungi MNC Portal, Selasa (8/11/2022).
"Jadi, jika menyatakan bahwa kasus gangguan ginjal akut ini mulai terkendali, itu sangat prematur dan over confident," sambungnya.
Mengandalkan data yang dilaporkan ke fasiltas pelayanan kesehatan, yang dipastikan Dicky bukan data real time, adalah sangat berbahaya. Ini berarti, banyak kasus yang tidak tercatat di masyarakat. Sehingga situasi menjadi semu, dan ini bisa berbahaya bagi masyarakat.