KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan, per Minggu 6 November 2022 tidak ada penambahan kasus baru gangguan ginjal akut di Indonesia.
Kabar baik ini, jadi salah satu indikator di lapangan bahwa penyakit yang sudah merenggut nyawa sekitar 195 pasien tersebut mulai terkendali.
Namun di sisi lain, Kemenkes diketahui masih sedang menunggu kedatangan 70 vial obat Fomepizole dari Amerika Serikat. Berbeda dengan stok dari Jepang yang merupakan donasi, 70 vial Fomepizole dari negeri Paman Sam ini murni dibeli.
Lantas, bagaimana nasib 70 vial obat Fomepizole jika sudah tiba di Indonesia namun tidak terllay dibutuhkan karena pasien gangguan ginjal akut di rumah sakit terus berkurang. Dijawab Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, sekali pun nanti tidak ada lagi pasien gangguan ginjal akut di rumah sakit, obat tetap bisa disimpan sebagai antisipasi kasus krisis kesehatan lainnya.
"Kami beli Fomepizole dari Amerika dengan jumlah yang tidak banyak. Jika memang pasien gangguan ginjal akut tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit, karena kasus semakin terkendali, maka obat akan jadi stok negara, kami simpan," terang dr. Syahril dalam konferensi pers Update Gangguan Ginjal Akut Kemenkes, baru-baru ini.