Ternyata Ini Penyebab India Dijuluki Negara Terkotor di Dunia

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 07 November 2022 19:30 WIB
India, dijuluki negara terkotor di dunia (Foto: Instagram/@rashi2910)
Share :

MENGENAL penyebab India dijuluki negara paling kotor di dunia akan dibahas pada artikel kali ini. Sebagai negara dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang begitu pesat, ternyata negara yang ada di Asia Selatan ini memiliki kenyataan yang berbanding terbalik.

Bagaimana tidak, permasalahan sosial di Negeri Taj Mahal itu tak kalah kompleks. Tak hanya maraknya kasus pemerkosaan namun juga sifat masyarakatnya yang jorok dan kotor.

Bahkan berbagai lembaga riset menempatkan India dalam daftar teratas negara dengan tingkat polutan tertinggi di dunia.

Lantas, apa saja penyebab India dijuluki sebagai negara terkotor di dunia? Berikut ulasannya sebagai Okezone rangkum dari berbagai sumber.

Padat penduduk

India menjadi salah satu negara terpadat di dunia dengan penduduknya yang mencapai lebih dari 1,3 miliar jiwa di 2021. Sementara pertumbuhan penduduknya mencapai 0,95 persen per tahun. Jumlah itu membuat Negara Bollywood ini sebagai negara terpadat kedua di dunia setelah China.

Tentunya dengan kepadatan penduduk yang ada mampu menciptakan situasi lingkungan yang kumuh dan tercemar.

BACA JUGA: Menguak Misteri Benteng Bhangarh, Tempat Paling Berhantu di India!

(Foto: Instagram/@the_travel_fotographer)

Sampah berserakan dengan banyaknya kendaraan dan hal terkait tentu membuat India terlihat begitu jorok dan kotor.

Sistem kasta

Sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat India yang mayoritas beragama Hindu mengenal kasta dalam kehidupan sosialnya.

Lantaran norma sosial itu, masyarakat yang merasa memiliki kelas lebih tinggi cenderung tidak mau mengerjakan pekerjaan yang identik dengan kaum dari kasta di bawahnya.

Banyaknya warga miskin

India boleh saja cukup pesat dalam perkembangan ekonominya, namun survei dari Komite Rangarajan menunjukkan bahwa lebih dari 38 persen populasinya hidup di bawah garis kemiskinan pada 2014.

Angka tersebut terus meningkat setelah adanya pandemi Covid-19. Sehingga, membuat banyak warga hidup di tempat yang tak layak seperti bantaran sungai, pemukiman kumuh dan sejenisnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya