Lebih lanjut, Nadia menambahkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyatakan hal sama. Penggunaan antidote Fomepizole, sebagai obat penawar ini bisa memberikan peluang hidup, bagi para pasien gagal ginjal akut yang didominasi usia balita dan anak-anak ini.
Dalam penggunaannya sendiri, antidote Fomepizole seperti diungkap Jubir Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril hanya diberikan 5 dosis penyuntikan untuk setiap orang pasien.
“Aturan pemakaiannya memang sebanyak 5 kali penyuntikan, ada yang dilakukan 3 kali dan ada yang 4 kali hasilnya menunjukkan perbaikan. Kita akan stop untuk penggunaan antidote ini karena tidak gunakan secara terus-menerus," terang dr. Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia belum lama ini.
(Rizky Pradita Ananda)