Secara rinci, Menkes menjelaskan pembelian obat dilakukan karena cara tersebut dinilai jadi satu-satunya langkah menekan laju angka korban akibat gangguan ginjal akut dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang berangsur membaik setelah diberikan obat vial tersebut, sekitar dua minggu llau.
“Obat ini memang kita beli dari Singapura sebanyak 30 vial, karena tidak ada pilihan lain, lalu dicoba pada pasien di RSCM. Setelah diuji bahwa ini bagus, kita cari di Australia, minta dan dapat gratis 16 vial,” jelas Menkes Budi lagi.
“Kemudian kita cari lagi, dapat gratis 200 vial dari Jepang. Jadi ini dari 246, ada 216 kita dapatkan donasi gratis . 30 vial kita dapatkan beli, karena itu kita tahunya hanya ada di Singapura,” tandasnya.
BACA JUGA:Menkes: Kemungkinan Besar Gagal Ginjal Akut Akibat Keracunan EG dan DEG
BACA JUGA:Benarkah Fomepizole Ampuh Sembuhkan Pasien Gagal Ginjal Akut? Ini Kata Menkes!
(Rizky Pradita Ananda)