MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa peran obat Fomepizole dalam kasus gangguan ginjal akut terbukti positif. Ini terlihat dari pasien di RSCM yang diberikan Fomepizole dan kebanyakan dari mereka menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan.
"6 dari 12 pasien gangguan ginjal akut yang dirawat di RSCM menunjukkan perbaikan setelah diberikan Fomepizole," terang Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (2/11/2022).
Detail pasien pun disampaikan kepada anggota Komisi IX DPR RI. Berikut Okezone merangkumnya untuk Anda.
1. Pasien MAH, 4 tahun, sebelumnya tidak mengeluarkan urin sama sekali, lalu diberikan Fomepizole jadi mengeluarkan urin sedikit dengan terapi dialisis ginjal.
2. Pasien KAL, 1 tahun, sebelumnya tidak mengeluarkan urin sama sekali, lalu diberikan Fomepizole jadi mengeluarkan urin sedikit.
3. Pasien EL, 1 tahun, kini kondisinya sadar dan tanpa oksigenasi, serta keluar urin sedikit yang mana sebelumnya tidak pipis sama sekali. Diketahui juga bahwa pasien El sudah pulang ke rumah.
4. Pasien FAR, 5 tahun, kini kondisinya sadar dan tanpa oksigenasi, serta keluar urin normal yang mana sebelumnya tidak pipis sama sekali. Diketahui kalau pasien FAR sekarang dipindahkan ke ruang perawatan biasa.
5. Pasien FAT, 4 tahun, yang mana kondisinya masih tidak sadar dan terintubasi. Meski begitu, urinnya sudah normal yang membuat dia bisa pindah ke ruang perawatan biasa.
6. Pasien SH, 4 tahun, sebelumnya tidak sadar dan terintubasi kini perbaikan kesadaran namun tetap terintubasi. Urusan pipis, pasien ini sudah kembali normal.
Meski demikian, Menke Budi menerangkan bahwa ada 1 pasien yang meninggal dunia pasca pemberian Fomepizole. Tapi, kematian tersebut bukan karena obat Fomepizole.
"Pasien berusia 8 tahun yang meninggal dunia itu punya komorbid pneumonia dan komorbid itu yang jadi penyebab kematian dia, bukan akibat obat Fomepizole," tegasnya.
Dari paparan data Menkes juga diketahui ada 1 pasien yang sebelumnya sadar lalu setelah diberikan Fomepizole, menjadi tidak sadar. Meski begitu, produksi urinnya dinilai membaik.
(Vivin Lizetha)