Penyelidik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri dikatakan sudah menemukan level cemaran dari dietilen glikol dan etilen glikol yang melebihi ambang batas dalam produk obat sirop, hasil produksi Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.
Sebagai informasi, lonjakan kasus cedera ginjal akut di antara anak-anak di bawah usia lima tahun di Gambia sendiri pertama kali terdeteksi pada akhir Juli 2022. Dari keterangan para pejabat setempat, diketahui sejumlah pasien jatuh sakit tiga sampai lima hari setelah meminum sirup parasetamol yang dijual di pasaran.
Kemudian pada bulan Oktober, Kementerian Kesehatan India mencatat jumlah kematian telah meningkat menjadi 70, dari total 82 anak dilaporkan mengalami gangguan ginjal akut. 12 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh.
BACA JUGA:Marak Kasus Gagal Ginjal Akut pada Balita, CameoProject Sentil Kemenkes dan BPOM!
BACA JUGA:Kemenkes Akhirnya Buka Suara Soal Isu Kelangkaan Vaksin Meningitis
(Rizky Pradita Ananda)