SUDAH beberapa waktu lalu, Lesti Kejora mencabut laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh sang suami, Rizky Billar.
Namun terpantau, masih ada tagar Boikot Leslar di linimasa media sosial. Banyak pihak yang kecewa meluapkan emosinya yang berujung jadi perundungan terhadap korban KDRT. Melihat situasi ini, Konselor Psikologi, Almakiyah Alqi menyebutkan KDRT adalah masalah serius yang tidak lucu untuk dijadikan bahan olokan.
Ia begitu menyayangkan masalah serius seperti KDRT, malah dijadikan gurauan bahkan bahan prank demi konten.
“Sangat disayangkan isu KDRT menjadi bahan olok-olok, bahan prank, bahan gimik dan sebagainya karena ini serius. Bukan isu domestik dalam rumah tangga seseorang saja, ini sudah isu negara,” jelas Alqi.
Mengapa Alqi menyebut masalah ini adalah isu negara, sebab pada kenyataannya negara sudah menggelontorkan banyak dana untuk pencegahan tindak KDRT di negeri ini.
“Negara ini banyak sekali mengeluarkan program dan anggaran demi untuk mencegah angka KDRT. artinya negara merasa dan meyakini bahwa kasus KDRT, adalah isu penting dalam mewujudkan generasi berkualitas di negara kita,” tambahnya.
Orang – orang yang menjadikan isu KDRT sebagai bahan olokan, ditegaskan Alqi adalah orang yang minim sensitivitas dan empati.
“Orang yang melakukan gimmick, prank, lelucon, atau apa pun itu berkaitan dengan isu KDRT. Saya bisa pastikan mereka adalah orang yang minim sensitivitas, minim empati, dan jangan-jangan minum edukasi,” tutur Alqi lagi.