5. Tak dilengkapi dinding
Menariknya lagi, rumah adat Baileo ini tidak dilengkapi dengan dinding. Hal itu dikarenakan agar bangunan terasa lebih luas dan lapang, sehingga dapat menampung banyak orang di dalamnya.
6. Bernilai filosofis
Kemudian di setiap ornamen rumah ini memiliki nilai filosofis yang tinggi. Salah satunya yaitu dua buntut ayam saling berhadapan, dan diapit oleh dua buntut anjing di sebelah kiri dan kanannya.
Lalu di setiap ukirannya melambangkan kemakmuran dan kedamaian. Setiap ornamennya diukir supaya roh nenek moyang tetap menjaga kehidupan seluruh masyarakat yang ada di Maluku.
7. Ukiran di atap rumah
Selanjutnya terdapat ukiran berbentuk matahari, bulan dan bintang yang ditempatkan di atap rumah. Sehingga membuat bangunan ini semakin cantik serta epik.
(Foto: Kemendikbud)
Makna dari ukiran tersebut, yaitu kesiapan sebuah rumah Baileo sebagai balai yang mampu menjaga keutuhan tabiat dan aturan komplit yang berlaku di area sekitar.
8. Terdapat 9 tiang penyangga
Rumah adat Baileo memiliki 9 tiang penyangga, dan tentunya memiliki makna tersendiri mengapa jumlah yang dipakai adalah ganjil.
Untuk 5 tiang yang berada di sebelah kanan, diartikan sebagai perkumpulan antara desa atau biasa dikenal dengan istilah Siwak Lima. Sementara 4 tiang lainnya, ditempatkan di sisi lain dari rumah ini.