Antisipasi Gelombang Baru di Awal 2023, Jubir Kemenkes: Segera Vaksin Booster untuk Tameng

Kevi Laras, Jurnalis
Rabu 26 Oktober 2022 21:00 WIB
ancaman gelombang baru Covid-19, (Foto: Reuters/Issei Kato)
Share :

Terkait dengan tingkat keparahan varian XBB, dr. Syahril mengatakan melihat dari gejala ringan yang dialami pasien varian XBB sejauh ini. Varian XBB dinilai tak lebih parah daripada varian-varian sebelumnya.

Ringannya gejala, seperti pilek, batuk, dan demam disebut kemungkinan karena kombinasi antibodi yang diberikan vaksin Covid-19 booster ditambah karakter dari virus itu sendiri.

“Kemungkinan-kemungkinan tidak parah itu salah satunya memang sifat dari virus itu, dan karena adanya antibodi dari vaksin di dalam tubuh. Telah didapat dari vaksin primer satu dan dua, mau pun vaksin Covid-19 ketiga atau booster,” terangnya lagi.

Sehingga seseorang yang terinfeksi XBB, menurut Syahril cukup dengan isolasi mandiri (isoman).

BACA JUGA:3 Gaya Kece Nia Ramadhani Liburan Bareng Geng Baru ke Belanda, Ada Wulan Guritno!

"Covid-19 ini memang punya tipikal selalu terjadi mutasi. Alhamdulillah setiap mutasi, walau pun dia penyebarannya lebih cepat. Tetapi tingkat keparahannya tidak membuat orang masuk rumah sakit, cukup dengan isolasi mandiri," jelas dr. Syahril

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya