Waspadalah, Demensia Bisa Juga Menyerang Orang Berusia Lebih Muda!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Senin 24 Oktober 2022 17:31 WIB
Mengalami demensia (Foto: Adobe stock)
Share :

PENYAKIT demensia memang selama ini penyakit yang identik hanya dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia (lansia), berusia sekitar 60 tahun ke atas.

Tapi jangan salah, tak menutup kemungkinan, demensia juga bisa loh dialami oleh seseorang sebelum berusia 60 tahun atau bahkan saat berusia muda. Demensia biasanya memengaruhi memori, kemampuan berpikir, dan kemampuan sosial yang bisa mengganggu kehidupan sehari – hari manusia.

 

Terkait demensia, banyak perkembangan dan penelitian medis untuk menemukan cara pencegahan dini penyakit ini, salah satunya seperti penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cambridge satu ini.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer's dan Dementia tersebut, dilakukan tim peneliti dengan menganalisis data dari 500.000 orang Inggris dengan rentang usia 40 hingga 69 tahun. Peneliti mencoba memeriksa data kesehatan dan skor pada tes waktu reaksi, memori, pemecahan masalah, dan kekuatan genggaman mereka.

Hasilnya, kelompok individu yang memiliki hasil tes di bawah rata-rata akan lebih mungkin mengalami penyakit Alzheimer atau demensia frontotemporal dalam sembilan tahun ke depan. Penyakit otak seperti Parkinson juga dikatakan turut berpengaruh di dalamnya.

Melalui peneliitian ini juga terlihat hasil, bahwa orang yang terkena penyakit demensia mulai gagal dalam melakukan tes memori dan berpikir sejak 9 tahun sebelum terdiagnosa, seperti dikutip dari The Sun.

“Ketika kami melihat kembali riwayat pasien, jadi bahwa mereka menunjukkan beberapa gangguan kognitif beberapa tahun. Ini terlihat sebelum gejala mereka menjadi cukup jelas untuk mendorong diagnosis,” ujar Dr.Nol Swaddiwudhipong sebagai peneliti.

“Kelemahannya seringkali tidak kentara, tetapi melintasi sejumlah aspek kognisi. Ini adalah langkah kami, untuk dapat menyaring para individu yang paling berisiko, ” tambahnya.

Lebih lanjut, peneliti menjelaskan bahwa pasien biasanya tidak terdiagnosis sampai gejalanya akan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari mereka. Meski pun begitu, sebagai catatan bahwa gejala dan tanda awal ini tidak selalu berlaku secara universal, mengingat beberapa penyakit lain punya gejala awal yang sama.

 BACA JUGA:Apa Benar Menjaga Gigi dan Gusi Sehat Bisa Cegah Demensia?

“Orang-orang tidak perlu terlalu khawatir jika, misalnya, mereka tidak pandai mengingat angka. Bahkan beberapa individu yang sehat secara alami akan mendapat skor lebih baik atau lebih buruk daripada rekan-rekannya,” ujar Dr. Tim Rittman, peneliti lainnya.

Merujuk pada hasil penelitian di atas, Dr.Tim menyarankan orang-orang dengan kekhawatiran bahwa ingatannya terasa semakin buruk, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter.

Sebagai tambahan informasi, sampai saat ini tidak ada pengobatan pasti untuk demensia. Akan tetapi melalui hasil penelitian ini, peneliti berharap para ahli medis dan penyedia layanan kesehatan bisa melakukan uji coba obat yang kemungkinan akan lebih besar besar peluang berhasilnya.

Sebab sejatinya, tanda - tanda demensia sudah bisa diketahui lebih cepat, dan hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai tindakan pencegahan awal penyakit demensia di masa depan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya