EJAKULASI tertunda banyak terjadi pada pria ketika berhubungan intim dengan pasangan. Pria kesulitan atau tidak dapat mencapai orgasme, dan membutuhkan rangsangan lebih lama.
Untuk mendapat orgasme, pasangan membutuhkan stimulasi merangsang gairah seksual. Sejatinya, tidak ada batasan waktu berhubungan intim. Normalnya hubungan intim dilakukan selama 30-45 menit. Namun, beberapa pasangan dapat berhubungan intim lebih lama.
Jika lebih dari waktu normal bercinta, namun pria tak kunjung mendapat orgasme, bisa diindikasikan mengalami ejakulasi tertunda.
Kendati demikian, lamanya pasangan berhubungan intim bukan satu-satunya penyebab ejakulasi tertunda. Konsultasikan dengan dokter, terkait permasalahan yang dihadapi.
Ejakulasi tertunda normal terjadi pada pria. Kondisi ini menjadi masalah jika terjadi berkepanjangan, dan menyebabkan masalah psikologis.
Berikut adalah informasi mengenai ejakulasi tertunda, gejala, penyebab, faktor resiko dan pencegahan.
Pria membutuhkan lebih dari 30-45 menit untuk orgasme. Beberapa pria bahkan tidak dapat orgasme dalam sekali ketika berhubungan.
Tidak ada batasan waktu untuk pria mencapai orgasme. Namun, jika kondisi tersebut dinyatakan parah dengan gangguan psikologis seperti frustasi dan stress bahkan sampai enggan berhubungan seksual.
Faktor utama penyebab ejakulasi tertunda adalah kondisi psikologis. Seperti rasa cemas, depresi, tekanan, sampai masalah keuangan. Faktor psikologis itulah yang menyebabkan penurunan hormon testosteron dan tiroid di dalam tubuh.
Selain itu penggunaan narkoba dan minuman beralkohol dapat membuat pria rentan terkenal masalah ini. Kemudian terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan ejakulasi tertunda.
Jika terus berlanjut tidak ada penanganan yang tepat. Risiko terburuk yang bisa dialami akibat ejakulasi tertunda adalah sulit untuk ereksi.
Hal itu disebabkan semakin sering bercinta namun tak kunjung mencapai klimaks. Rasa cemas akan menghantui sehingga memengaruhi tingkat sensitifitas Mr.P terhadap rangsangan. Sehingga untuk membuatnya "tegang" butuh usaha lebih
Pengobatan ejakulasi tergantung dari penyebab yang dirasakan. Jika penyebabnya karena masalah obat-obatan, maka dokter akan mengurangi konsumsi tertentu. Sebagai langkah penanganan, hubungi pihak medis untuk konsultasi psikologis.
Demikian informasi mengenai ejakulasi tertunda, gejala, penyebab, faktor resiko dan pencegahan.
(RIN)
(Rani Hardjanti)