Dari survei itu, para peneliti dari University College London dan Paris Cité University mendapati bahwa durasi tidur yang pendek ada hubungannya dengan risiko penyakit kronis dan adanya dua atau lebih kondisi kesehatan jangka panjang seseorang.
Penelitian itu menunjukkan, orang-orang tidur hanya lima jam atau kurang pada usia sekitar 50 tahun dalam sehari, memiliki risiko 30 persen lebih besar terkena berbagai penyakit. Bahkan beberapa di antaranya juga berisiko mengalami kematian, jika dibandingkan orang-orang yang tidur tujuh jam dalam sehari.
Durasi tidur sendiri, para ahli umumnya merekomendasikan seseorang untuk mendapatkan tidur sekitar tujuh atau delapan jam dalam sehari. Mereka yang tidur dalam jumlah ini, rata-rata menunjukkan hasil yang lebih baik dalam tes kognitif (termasuk kecepatan pemrosesan, perhatian visual, dan memori) daripada kelompok orang yang kurang tidur atau kelebihan tidur.
Sebagai catatan, bukan hanya durasi pasti dalam satu hari, seseorang membutuhkan tujuh jam tidur secara konsisten tanpa terlalu banyak fluktuasi durasi.
BACA JUGA:BPOM Rilis 5 Nama Obat Sirup di Indonesia yang Mengandung Etilen Glikol
BACA JUGA:Studi: Orang Ekstrovert Jago di Ranjang tapi Rentan Obesitas
(Rizky Pradita Ananda)