KISAH menyedihkan dialami seorang pria Australia. Ia mengidap super gonore atau kencing nanah ekstrem usai berhubungan seks dengan PSK di Kamboja. Bahkan sakit langkanya, kasusnya dijadikan studi yang hasilnya sudah diterbitkan dalam jurnal Eurosurveillance.
Diketahui, pria Australia itu berhubungan seks dengan PSK tanpa menggunakan kondom. Perilaku seks tidak sehat tersebut dinilai sebagai penyebab utamanya.
Perlu diketahui, penderita gonore biasanya diberikan obat antibiotik berupa ceftriaxone, yang pada kasus tertentu kerap dikombinasikan dengan azitromisin untuk menghilangkan gejala penyakit.
Nah, di kasus pria Australia ini strain gonore-nya resisten terhadap ceftriaxone dan azitromisin. Bahkan, pria itu resisten juga terhadap sejumlah antibiotik lain seperti cefixime, cefotaxime, ciprofloxacin, dan tetrasiklin.
Dikutip dari Newsweek, pria itu awalnya pergi ke ahli urologi 5 hari setelah berhubungan seks dengan PSK di Kamboja.
Ia merasa perlu datang ke dokter urologi karena mengeluh buang air kecil yang menyakitkan dan keluar cairan dari uretra. Pemeriksaan medis dilakukan dan dia didiagnosis gonore. Dokter pun meresepkan obat antibiotik untuk diagnosanya tersebut.
Namun, 2 minggu setelah berobat, meski gejalanya mereda dan hasil kultur swab yang diambil dari uretra, dubur, dan faring menunjukkan negatif bakteri, tes PCR yang dilakukan pada sampel uretra menyatakan dirinya tetap positif gonore.
Berdasar hasil pemeriksaan lebih lanjut, pria itu ternyata memiliki jenis gonore yang resisten terhadap obat.
BACA JUGA:Wajib Tahu! Ini 10 Hal yang Terjadi ketika Berhenti Berhubungan Seks
Jenis tersebut kerap disebut dengan 'WHO Q' yang sebelumnya dikaitkan dengan 3 kasus gonore pada 2018. Semuanya ditemukan dari Asia Tenggara.