Imbas Varian XBB, Singapura Berpeluang Hadapi Puncak Gelombang Covid-19 Bulan November

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 17 Oktober 2022 09:32 WIB
gelombang baru Covid-19, (Foto: Reuters/Carlos Gracia Rawlins)
Share :

SINGAPURA tengah bersiap menghadapi puncak kasus, puncak gelombang Covid-19 berikutnya dalam waktu dekat.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung pada Sabtu 15 Oktober lalu diketahui sudah mengumumkan pada publik bahwa Singapura kemungkinan akan menghadapi gelombang puncak infeksi Covid-19 akibat varian XBB pada pertengahan November 2022.

“Ini kemungkinan akan menjadi gelombang pendek dan tajam,” ujar Menkes Ong, dikutip dari Channel News Asia, Senin (17/10/2022).

Ia menambahkan, diprediksi Singapura kemungkinan akan mengalami rata-rata sekitar 15.000 kasus positif harian. Namun, pada hari-hari tertentu bisa saja cenderung lebih banyak kasus positif yang dilaporkan, bisa mencapai 20.000 atau 25.000 kasus.

Meski demikian, gelombang baru diperkirakan akan sudah bisa mereda pada di pertengahan November.

"Sekitar pertengahan November, kita akan melihat gelombang mereda,” imbuhnya.

Dalam sebulan terakhir diketahuii kasus infeksi Covid-19 karena subvarian Omicron XBB telah meningkat di Singapura. Meski sangat menular, sejauh ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada varian sebelumnya.

Per 14 Oktober, tercatat ada 9.087 kasus baru yang dilaporkan dengan 9 di antaranya pasien masuk ICU. Sebanyak 562 pasien dirawat di rumah sakit, dengan 44 membutuhkan oksigen.

Menurut data Kementerian Kesehatan Singapura, varian XBB sekarang menjadi subvarian utama yang mendominasi kasus di negara Singa tersebut. Terhitung ada sekitar 54 persen dari kasus lokal sejak 3 hingga 9 Oktober 2022.

“Gelombang saat ini sebagian besar didorong oleh strain XBB, dan adanya reinfeksi juga berkontribusi pada gelombang kasus. Dalam tiga pekan, varian XBB "mengungguli" subvarian Omicron lainnya,” pungkas Menkes Ong.

Varian ini sendiri, menurut Kemenkes Singapura Ini pertama kali terdeteksi pada Agustus 2022 di India dan sejak itu menyebar dan terdeteksi di lebih dari 17 negara, termasuk Australia, Bangladesh, Denmark, Jepang dan Amerika Serikat.

 BACA JUGA:Gangguan Ginjal Akut Misterius pada Anak, Berkaitan dengan Vaksin Covid-19?

BACA JUGA:Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterius Tengah Disorot, 25 Anak Meninggal di Jakarta!

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya