Waspada Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes: Anak yang Air Seninya Sedikit Harus Dibawa ke RS

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 14 Oktober 2022 17:20 WIB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Share :

GANGGUAN ginjal akut pada anak di Indonesia tengah menjadi perhatian masyarakat, terutama para orang tua.

IDAI mengumumkan per hari ini, Jumat 14 Oktober 2022, total sudah ada 152 kasus dengan sebaran di 16 Provinsi di Indonesia. Makin bertambahnya kasus dan sebaran lokasi kasus, gejala dari gangguan ginjal akut pada anak harus jadi perhatian bagi para orang tua.

Salah satu contohnya, terpantau dari intensitas dan volume air seni si kecil. Jika anak mengalami masalah buang air kecil, misalnya tak pipis seharian atau air seninya hanya sedikit, diungkap Yanti Herman, Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI untuk segera membawa anak ke rumah sakit.

"Kalau si anak air kencingnya sedikit atau bahkan sama sekali enggak pipis, maka orangtua harus bawa anaknya ke rumah sakit," ujar Yanti Herman, dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/10/2022).

Gejala tersebut, sambung Yanti, bisa jadi salah satu indikator anak punya masalah di dalam tubuhnya dan ada kemungkinan si anak mengalami gangguan ginjal akut.

Lalu apa indikator air seni dikatakan sedikit atau berkurang? Nah, disebut berkurang jika berjumlah kurang dari 0,5 ml per kg berat badan per jam dalam 6 sampai 12 jam. Pada kasus tidak buang air kecil sama sekali, yakni dinilai dengan tidak ada urin yang keluar selama 6 sampai 8 jam pada saat siang hari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya