MANTAN Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyarankan untuk penggunaan kacamata, apabila memiliki mata minus. Meskipun saat ini sudah ada inovasi seperti kontak lensa, namun ia menyoroti tingkat kebersihan pengguna.
Di mana kotoran atau virus bisa menempel dikontak lensa saat digunakan. Kondisi tersebut, dipastikan bisa menambah parah atau merusak kesehatan mata.
"Ini kalau kamu jorok jangan pake kontak lensa karena itu ada waktu yang mesti dibuka, dicuci, dipasang lagi, atau tidur dibuka," ungkap Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K) Ahli Oftalmologi sekaligus mantan Menteri Kesehatan.
Lebih lanjut, ia mengatakan apabila menggunakan lensa kontak, harus rajin mengganti atau melepaskan. Di mana kerap kali pengguna lupa melepas saat tidur, menurutnya itu berbahaya.
Kondisi itu bisa melukai kornea, sehingga dia meminta untuk sangat berhati-hati dalam penggunaan lensa kontak. "Begitu kamu ketiduran dengan kontak lens, itu nempel dia nggak ada oksigenisasi misal sudah habis ya. Ada sedikit aja bakteri masuk di antara celah kornea dan kontak lensnya, buka dikit saja, mata jadi borok (luka) di kornea jadi hati-hati," jelasnya.
"Boleh pake (lensa kontak) tapi ya benar-benar tahu aturan lah," imbuh Prof Nila.
Sebagai tambahan informasi, anda bisa melakukan aturan 20-20-20 selama bekerja. Dalam menerapkan aturan ini, anda lakukan disetiap 20 menit, lihat sesuatu sejauh 20 kaki selama 20 detik.
Tujuan terapi penglihatan bisa memperkuat otot mata dan dapat membantu melatih kembali perilaku visual yang buruk, atau membantu masalah pelacakan mata. Khusus bagi mata minus, juga perlu langkah ini, untuk mengurangi ketegangan mata.
(Dyah Ratna Meta Novia)