JUMLAH anak dengan katarak di Indonesia diketahui sebanyak 224 kasus, dengan 94,64% adalah katarak kongenital dan 5,36% katarak yang memburuk (developmental cataracts). Angka tersebut berdasarkan sebuah studi Eriskan dari RS Mata Cicendo Bandung (Januari 2017-Desember 2019).
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menyampaikan katarak itu permasalahan yang rumit (Complicated). Sehingga ia mendorong untuk melakukan pencegahan, dengan vaksinasi rubella.
Kemudian, bagi wanita hamil dia menegaskan untuk menjaga pola hidup sehat, dengan rajin konsumsi sayur dan buah.
"Imunisasi, ibu harus dalam keadaan sehat. Kalau sakit harus cepat diatasi, jangan sampai kemana-kemana dan asupan penunjang adalah vitamin dari buah dan sayur. Katarak ini complicated," ungkap Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp.M(K), Ahli Oftalmologi.
Alasan disebut rumit karena katarak dalam pengobatannya membutuhkan biaya cukup besar. Sebagaimana diketahui harga kacamata bagi anak katarak kongenital dibanderol jutaan rupiah.
Meskipun biaya katarak ditanggung oleh BPJS kesehatan, namun itu tidak bisa membackup semuanya, seperti pergantian kacamata.
"Peran pemerintah, menurut saya JKN dan BPJS sudah bagus. Operasinya akan dicover, tapi pergantian kacamata yang tiap kali ini tidak mungkin (untuk dicover juga). Nanti defisit maka dari itu, pencegahan lebih baik," imbuh Prof Nila.
Perlu diketahui, kondisi anak dengan katarak kongenital diketahui, pada bagian tengah (pupil) mata anak yang terlihat berwarna abu-abu atau putih, bukan hitam. Seluruh pupil mungkin seperti tertutup film, atau melihat bintik putih di dalam pupil.
Melansir dari Kidshealth infeksi paling umum yang menyebabkan katarak kongenital meliputi:
-cacar air
-sitomegalovirus
-herpes
-HIV
-rubella
-sipilis
-toksoplasmosis.
(Dyah Ratna Meta Novia)