“Pasangan ini telah tumbuh di lingkungan yang sama dan berbagi setengah dari gen mereka. Perbedaannya dapat dijelaskan, contohnya oleh perbedaan jenis kelamin dalam faktor genetik dan efek menguntungkan dari hormon seks wanita estrogen pada kesehatan,” kata Anna Kankaanpää, selaku peneliti doktoral di Pusat Penelitian Gerontologi dan Fakultas Ilmu Olah Raga dan Kesehatan.
Selain itu, para peneliti juga mengamati proses kecepatan penuaan yang didasari dari faktor kesehatan para peserta. Misalnya indeks massa tubuh, tingkat merokok dan minum dan seberapa aktif orang-orang tersebut dalam keseharian.
"Kami mengamati perbedaan jenis kelamin dalam kecepatan penuaan, yang tidak dijelaskan oleh faktor yang berhubungan dengan gaya hidup," tandas Anna. Demikian sebagaimana dilansir New York Post, Jumat (14/10/2022).
BACA JUGA:Studi: Kesepian dan Tidak Bahagia Lebih Berbahaya daripada Merokok
BACA JUGA:Studi: Bayi Dalam Kandungan Bereaksi Terhadap Rasa dan Bau Makanan yang Dikonsumsi Ibu
(Rizky Pradita Ananda)