TINDAK kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) memang bisa dipicu oleh berbagai faktor, baik itu faktor internal atau pun faktor eksternal.
Namun dari sekian banyak faktor pemicunya, Dara Pricelly Rais, Konselor Bimbingan Pendidikan, menilai sejauh ini faktor ekonomi yang jadi penyebab utama munculnya KDRT
"Biasanya banyak karena faktor ekonomi," ujar Dara, dalam siaran acara podcast Aksi Nyata bersama Partai Perindo bertajuk 'Alami KDRT? Bungkam atau Lapor?', Rabu (10/12/2022).
KDRT dan faktor ekonomi, disebut Dara jadi sebab akibat yang tak bisa ditampik. Keadaan perekonomian masyarakat kelas menengah bawah, pada faktanya cukup banyak menimbulkan perdebatan hebat di dalam rumah tangga yang pada akhirnya berujung pada kekerasan.
“Faktor ekonomi tidak bisa dipungkiri. Misalnya finansialnya kurang, kemudian cara penyampaiannya juga kurang tepat. Sehingga memicu emosi berlebih, itu sering di sebagian besar kasus," imbuhnya.
Selain ekonomi, faktor orang ketiga juga bisa menjadi pemicu lainnya. Pelaku KDRT, baik pihak suami atau istri memiliki pasangan lain di luar pernikahan alias selingkuhan. Tindak kekerasan, terjadi untuk menutupi kesalahan. Baik secara verbal maupun fisik, keduanya merupakan tindakan di luar batas.
Kondisi ini bisa diperparah jika pelaku juga mengonsumsi minuman alkohol atau obat-obatan terlarang.
"Apakah dia mengonsumsi obat-obatan terlarang, mabuk karena itu mudah memancing orang jadi emosi,” lanjutnya.
Terakhir, Dara mengimbau kepada para korban untuk tak ragu untuk melapor. "Kalau sudah pukulan yang dapat membahayakan nyawa, cacat dan lain-lain, itu kan parah ya. Jelas harus segera lapor," pungkasnya.
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Faktanya Banyak Kasus KDRT Belum Terungkap
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Ini Kunci Penting Komunikasi Lancar Lintas Generasi di Kantor
(Rizky Pradita Ananda)