Zat-zat itu beracun bagi manusia dan bisa berakibat fatal. Efeknya antara lain sakit perut, muntah, diare, ketidakmampuan untuk buang air kecil, sakit kepala, perubahan kondisi mental, dan cedera ginjal akut yang dapat menyebabkan kematian.
Kementerian Kesehatan Gambia bulan lalu meminta rumah sakit untuk berhenti menggunakan obat batuk parasetamol, menunggu hasil penyelidikan, setelah sedikitnya 28 anak meninggal karena gagal ginjal.
WHO mengatakan, informasi yang diterima dari Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat India menunjukkan, produsen hanya memasok obat-obatan yang terkontaminasi ke Gambia saja, tidak ke negara lain.
(Dyah Ratna Meta Novia)