Heboh Mata Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Merah, Benarkah Bisa Buta?

Vivin Lizetha, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 11:13 WIB
Korban gas air mata, matanya masih merah. (foto: Twitter/@EdanBolaRCBFM)
Share :

SUDAH lebih seminggu tragedi Kanjuruhan terjadi. Namun sisa-sisa cerita masih bergulir dari kisah memilukan dunia sepakbola Indonesia itu. Seperti yang baru-baru ini viral di Twitter.

Seorang pria mengunggah kondisi matanya yang masih merah pasca penembakan gas air mata di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu. Bagian retina yang seharusnya berwarna putih, tampak merah pekat seperti berlumur darah.

Matanya juga berair seperti mengalami iritasi mata berat. "Seminggu berlalu, seperti inilah kondisi saat ini beberapa korban #TragediKanjuruhan : Pendarahan dalam mata, sesak, batuk-batuk, cidera hingga ada korban yang Retina matanya sampai detik ini tak ada warna putihnya," tulis caption akun Twitter @EdanBolaRCBFM.

Gas air mata adalah senjata kimia berupa gas yang sering kali digunakan oleh pihak kepolisian untuk melawan kerusuhan dan peperangan. Biasanya, gas air mata disimpan dalam bentuk semprotan atau granat.

Meski bernama gas, rupaya pembuatan gas air mata terbuat dari campuran aerosol, seperti bromoaseton dan metilbenzil bromida, yang bukan berupa gas. Ketika gas air mata digunakan, ada dampak yang ditimbulkan jika terkena paparannya, yaitu dapat menyebabkan iritasi membran mukus pada mata, hidung, mulut, dan paru-paru.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya