Vaksinasi Covid-19 mRNA Sebabkan Miokarditis, Berbahayakah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 21:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

VAKSIN Covid-19 mRNA punya risiko meningkatkan masalah jantung yaitu miokarditis. Tapi tenang, efek samping itu cenderung tidak berbahaya.

Dijelaskan Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman, penderita miokarditis pasca vaksinasi Covid-19 mRNA sembuh kurang dari 7 hari. Meski, dia tak menampik ada korban jiwa terkait masalah jantung akibat vaksin Covid-19 mRNA.

 

"Miokarditis yang dikaitkan dengan vaksin Covid-19 mRNA itu sembuh dalam 3-4 hari. Angka kesembuhannya 99%," terang Dicky saat diwawancarai MNC Portal, Senin (10/10/2022).

"Nah, yang 1% adalah mereka yang alami miokarditis pasca vaksinasi Covid-19 mRNA dan alami kondisi parah bahkan meninggal dunia. Angkanya sangat kecil sekali," tambahnya.

Miokarditis, kata Dicky, umum terjadi ketika tubuh diserang virus dan karena serangan tersebut, menyebabkan infeksi serius. Nah, infeksi Covid-19 bisa menyebabkan miokarditis.

"Bahkan, kejadian miokarditis akibat infeksi Covid-19 100 kali lipat lebih banyak daripada mereka yang menerima vaksin Covid-19 mRNA," ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Dicky menegaskan bahwa bukan hanya Covid-19 yang menjadi penyebab miokarditis, tapi jenis infeksi lain pun bisa. Begitu juga dengan vaksin Covid-19 mRNA, menurut Dicky, bukan hanya vaksin jenis itu yang jadi penyebab miokarditis.

"Vaksin Smallpox juga punya risiko efek samping miokarditis, dan angkanya sekali lagi, sangat kecil," jelasnya.

Dicky menerangkan sekali lagi bahwa efek samping miokarditis pasca vaksinasi Covid-19 mRNA itu cenderung tidak mematikan. Bahkan, bisa disembuhkan.

"Vaksin mRNA sangat penting di situasi seperti ini, karena vaksin jenis ini punya prospek baik untuk mencegah penyakit menular lainnya pun penyakit tidak menular," katanya.

"Oleh karena itu, dengan adanya risiko ini penting bagi masyarakat yang alergi pada vaksin mRNA atau punya riwayat penyakit jantung untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter jantung masing-masing," tambah Dicky Budiman.

"Saya pribadi jika harus vaksinasi lagi, saya akan memilih vaksin seperti Indovac yang dikembangkan Bio Farma. Vaksin yang terbuat dari rekombinan protein subunit itu selain efektivitasnya bagus, cocok untuk yang khawatir dengan vaksin mRNA," sarannya.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya