MAULID Nabi umumnya selalu dirayakan oleh masyarakat muslim dengan berbagai acara. Pada tahun ini, Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam atau lazim disebut Maulid Nabi, jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022.
Meski hari kelahiran Nabi sudah lewat, namun tradisi peringatan Maulid Nabi tak hanya diperingati pada tanggal itu saja.
Bahkan ada di sebagian daerah yang merayakan Maulid Nabi sejak awal hingga akhir bulan Rabi'ul Awal. Adapula sebagian golongan yang memperingati Maulid Nabi di setiap bulannya dalam satu tahun sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam bahasa Arab, Maulid, Maulud atau Milad artinya hari lahir. Jadi, Maulid Nabi bisa diartikan sebagai peringatan hari lahir Nabi Muhammad.
Peringatan Maulid Nabi tidak terlepas dari sejarah kelahiran Nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabi'ul Awal, di Kota Makkah. Perayaan tersebut pertama kali diperingati pada zaman khalifah Mu’iz li Dinillah, pada abad ke-14 Hijriyah di bawah kekuasaan Dinasti Fathimiyyun (362-567 H) di Mesir.
Namun, perayaan Maulid Nabi pernah dilarang pada masa kepemimpinan Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy. Setelah tampuk kekuasaan dipegang oleh Salahuddin Al-Ayyubi, sekitar tahun 579 H, barulah peringatan Maulid Nabi kembali dihidupkan.
(Foto: Instagram/@mediamjasolo)
Tujuan peringatan tersebut adalah untuk meningkatkan semangat juang umat Islam, yang pada masa itu tengah menghadapi Perang Salib dalam upaya merebut kembali Yerusalem. Awalnya, usulan tentang peringatan Maulid Nabi sempat ditolak oleh para ulama, karena dinilai tidak sesuai syariat.
Ada versi lain yang mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi pertama kali diadakan pada masa pemerintahan khalifah Mudhaffar Abu Said. Saat itu, khalifah tengah mencari cara untuk membangkitkan semangat juang umat muslim yang sedang berperang melawan Jengis Khan.
Perayaan Maulid Nabi pun diadakan besar-besaran selama 7 hari 7 malam, untuk memperlihatkan kebesaran umat Islam di berbagai daerah kepemimpinannya, seperti Afrika Utara, Mesir, dan Suriah.
Perayaan tersebut menghabiskan biaya hingga 300 ribu dinar emas, dengan 5.000 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, dan 100.000 keju.
Di Indonesia sendiri, peringatan Maulid Nabi berkembang sejak masa Wali Songo, sekitar tahun 1404 Masehi.
(Foto: Instagram/@hadrohsyabaabulmukhlishin)
Peringatan tersebut masih berkembang hingga sekarang dengan ciri khas masing-masing, tergantung daerah yang merayakannya. Berikut Okezone rangkumkan 7 perayaan unik Maulid Nabi di berbagai daerah Nusantara;
Muludhen, Madura
Pada peringatan Muludhen atau Maulid Nabi, warga sekitar akan berbondong-bondong datang ke masjid untuk melakan berbagai kegiatan, seperti membaca riwayat hidup Nabi dan ceramah keagamaan. Selain itu, berbagai makanan juga akan dihidangkan untuk disantap bersama.
Grebeg Maulud, Yogyakarta
Dalam perayaan yang biasa disebut Grebeg Maulud ini, warga akan menyiapkan tujuh buah gunungan tumpukan makanan yang akan diarak dari Keraton hingga ke Kadipaten Pura Pakualam. Nantinya, masyarakat akan beramai-ramai berebut makanan itu untuk diambil keberkahannya.
Baayun Maulid, Banjarmasin
Tradisi peringatan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan cukup unik, karena warga akan membuat ayunan khusus yang dihiasi janur, kemudian mengayun bayi-bayi mereka dalam ayunan tersebut. Perayaan tradisi Baayun Maulid diartikan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW.
Kirab Ampyang, Kudus
Masyarakat Desa Loram Kulon, Kudus, Jawa Tengah punya tradisi bernama Kirab Ampyang, yaitu arak-arakan tanda berisi hidangan nasi yang dibungkus daun jati dan dirangkai menyerupai gunungan.
Selain itu, terdapat juga berbagai macam buah dan sayuran. Ampyang yang sudah didoakan oleh para pemuka agama baru bisa diarak dan dibagikan kepada warga.
Arak Kue, Gorontalo
Warga akan menyiapkan hidangan berupa kue tradisional seperti buludeli, wapili, dan pisangi. Kue-kue tersebut nantinya akan disusun kemudian diarak dari rumah ke masjid terdekat untuk dibagikan kepada semua orang.
(Foto: Istimewa)
Bunga Lado, Padang Pariaman
Peringatan Maulid Nabi di Padang Pariaman, Sumatera Barat cukup menarik dengan adanya Bunga Lado, atau pohon yang dihias dengan uang kertas. Uang-uang tersebut nantinya akan disumbangkan ke panti asuhan atau masjid.
Memasak Lemang, Aceh
Suku Alas, Aceh Tenggara memiliki tradisi memasak lemang setiap tanggal 12 Rabi'ul Awal. Lemang tersebut terbuat dari ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar selama sekitar 4 jam lamanya.
(Rizka Diputra)