Kendati demikian, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin dan bila terinfeksi segera menghubungi dokter.
Masa inkubasi disebut sebagai periode antara gigitan dan timbulnya gejala. Umumnya diperlukan waktu 3 minggu hingga 3 bulan bagi seseorang untuk mengembangkan gejala rabies setelah tertular infeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masa inkubasi juga dapat berkisar dari 1 minggu hingga 1 tahun.
Gejala awal rabies dimulai dengan gejala seperti flu, termasuk demam, kelemahan otot, dan kesemutan. Pasien mungkin juga merasa terbakar di tempat gigitan.
Saat virus terus menyerang SSP, ada dua jenis penyakit yang dapat berkembang: rabies ganas dan rabies paralitik.
Seorang yang terinfeksi rabies ganas akan menjadi hiperaktif dan bersemangat dan mungkin menunjukkan perilaku yang tidak menentu. Lalu mengalami kecemasan, halusinasi, air liur, takut air, kebingungan dan masalah menelan.
Sedangkan, rabies paralitik membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang. Orang yang terinfeksi perlahan-lahan menjadi lumpuh, akhirnya akan mengalami koma, dan mati. Menurut WHO, terdapat 20 persen kasus rabies pada manusia bersifat lumpuh.