BELAKANGAN ini dampak negatif terkait kebiasaan merubah warna rambut dan melakukan bleaching rambut tengah menjadi sorotan.
Tak jarang hal ini membuat masyarakat jadi ragu dan takut untuk mewarnai atau melakukan bleaching rambut. Bleaching rambut merupakan salah satu proses yang dilakukan sebelum melakukan pewarnaan rambut. Proses ini dilakukan dengan cara membuka lapisan kutikula rambut melalui proses oksidasi, sehingga zat hidrogen peroksida pada krim bleaching bisa meresap dan memutihkan batang helai rambut.
Kandungan hidrogen peroksida dalam krim bleaching juga mengoksidasi pigmen rambut dan menghilangkan melanin pada tiap batangnya.
Semakin tinggi tingkat bleaching-nya, semakin terang juga warna yang dihasilkan. Hasil warna yang bisa didapatkan dari bleaching mulai dari kuning, abu-abu, sampai putih. Proses ini umumnya menghabiskan waktu selama 30 sampai 45 menit.
Lantas, apa saja sebenarnya dampak negatif dan apa saja yang perlu diperhatikan saat akan mewarnai dan membleaching rambut? Berikut ulasannya, dikutip dari dari berbagai sumber.
1. Membuat rambut rontok
Sering melakukan bleaching rambut bisa menyebabkan rambut patah atau rontok dari akarnya. Selain itu Anda juga berisiko mengalami kerontokan yang parah jika proses bleaching tidak dilakukan dengan cara yang benar, misalnya dengan menggunakan krim yang konsentrasinya terlalu tinggi.
2.Merusak rambut
Dampak proses bleaching pada rambut selanjutnya adalah mengakibatkan kerusakan rambut yang jadi kering. Bleaching membuat rambut lebih kering, lebih rapuh, dan kurang elastis dibanding sebelumnya. Akhirnya, rambut bisa menjadi rusak dan sulit untuk diperbaiki.